Di balik setiap konflik rumah tangga, selalu ada harapan untuk menemukan jalan damai. Gagasan inilah yang menjadi dasar bagi Fahruddin, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) IAIN Parepare, dalam menyelesaikan studinya melalui jalur publikasi buku.
Fahruddin berhasil meraih gelar sarjana setelah menerbitkan buku berjudul “Resolusi Konflik Rumah Tangga dalam Tafsir Ayat-Ayat Hukum” bersama Aris Budiman dan Nurdalia Bate. Buku tersebut mengangkat tema yang dekat dengan realitas kehidupan masyarakat, yakni bagaimana Al-Qur'an memberikan panduan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan rumah tangga.
Berangkat dari kenyataan bahwa konflik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan keluarga, buku ini mencoba menghadirkan perspektif yang lebih mendalam melalui kajian tafsir ayat-ayat hukum. Perselisihan antara suami dan istri, perbedaan pandangan, persoalan komunikasi, hingga konflik yang berpotensi mengganggu keutuhan keluarga dibahas melalui pendekatan keislaman yang menekankan penyelesaian secara bijaksana dan berkeadilan.
Melalui penelusuran terhadap berbagai ayat Al-Qur'an dan penafsiran para ulama, Fahruddin menunjukkan bahwa Islam tidak hanya mengatur hubungan keluarga secara normatif, tetapi juga menawarkan solusi ketika terjadi permasalahan. Nilai-nilai seperti musyawarah, keadilan, perdamaian (islah), kesabaran, dan saling menghormati menjadi prinsip utama dalam membangun kembali keharmonisan rumah tangga. Nilai-nilai tersebut juga banyak ditemukan dalam berbagai kajian tafsir mengenai penyelesaian konflik keluarga dalam perspektif Al-Qur'an.
Lebih dari sekadar membahas konflik, buku ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa tujuan utama perkawinan adalah membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Karena itu, setiap persoalan yang muncul hendaknya dipandang sebagai tantangan yang dapat diselesaikan bersama, bukan semata-mata alasan untuk mengakhiri hubungan.
Kehadiran buku ini menjadi kontribusi akademik yang relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan keluarga, pendekatan yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur'an menawarkan perspektif yang tidak hanya bersifat hukum, tetapi juga moral dan spiritual dalam menjaga ketahanan keluarga.
Keberhasilan Fahruddin menerbitkan buku ini menunjukkan bahwa mahasiswa HKI tidak hanya mampu menguasai teori hukum keluarga Islam di ruang perkuliahan, tetapi juga mampu menghadirkan karya ilmiah yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui buku tersebut, Fahruddin tidak hanya menyelesaikan studinya, tetapi juga turut memperkaya khazanah literasi hukum keluarga Islam di Indonesia.
Bagi pembaca yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai perspektif Al-Qur'an dalam menyelesaikan konflik rumah tangga, buku “Resolusi Konflik Rumah Tangga dalam Tafsir Ayat-Ayat Hukum” dapat diakses melalui penerbit IAIN Parepare Nusantara Press pada tautan berikut:
Resolusi Konflik Rumah Tangga dalam Tafsir Ayat-Ayat Hukum | IAIN Parepare Nusantara Press
https://share.google/h0hB8nDhzuQgIr0Eb
Buku ini menawarkan pembahasan yang relevan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi hukum, maupun masyarakat umum yang ingin memahami penyelesaian konflik keluarga melalui pendekatan tafsir ayat-ayat hukum dalam Al-Qur'an.