Ada perjalanan yang tidak hanya mengubah tempat berpijak, tetapi juga memperluas cara seseorang memandang dunia. Bagi Nur Asia, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), perjalanan ke Malaysia melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional menjadi salah satu pengalaman yang mempertemukan ruang akademik dengan kehidupan masyarakat lintas negara.
Berangkat dari lingkungan kampus di IAIN Parepare, Nur Asia kini menjalani pengalaman pengabdian di negeri jiran. Malaysia bukan sekadar menjadi lokasi pelaksanaan KKN, tetapi menjadi ruang belajar baru untuk memahami bagaimana perbedaan budaya, kebiasaan, dan lingkungan sosial dapat memperkaya perspektif seorang mahasiswa.
Sebagai mahasiswa Hukum Keluarga Islam, pengalaman tersebut memiliki arti tersendiri. Ilmu yang selama ini diperoleh melalui ruang kelas tidak berhenti pada pembahasan mengenai hukum, keluarga, dan masyarakat, tetapi menemukan ruang praktik ketika berhadapan langsung dengan kehidupan sosial yang memiliki karakter berbeda.
KKN Internasional juga menghadirkan tantangan yang tidak selalu ditemukan dalam kegiatan pengabdian di dalam negeri. Nur Asia dituntut untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan baru, berkomunikasi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda, sekaligus menjaga sikap sebagai mahasiswa yang membawa identitas almamater.
Di tengah perbedaan tersebut, justru terdapat pelajaran penting: bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu berbicara tentang seberapa jauh seseorang pergi, melainkan seberapa banyak pengalaman yang mampu dibawa pulang untuk menjadi pembelajaran.
Kehadiran Nur Asia dalam KKN Internasional menjadi gambaran bahwa mahasiswa HKI tidak hanya dipersiapkan untuk memahami persoalan hukum keluarga dari sisi teori. Lebih dari itu, mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana nilai-nilai sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.
Malaysia menjadi halaman baru dalam perjalanan akademiknya. Di sana, Nur Asia tidak hanya belajar tentang masyarakat yang ditemuinya, tetapi juga belajar mengenali dirinya sendiri: bagaimana beradaptasi, bekerja bersama orang lain, menghadapi perbedaan, serta mengambil peran di tengah lingkungan yang baru.
Perjalanan ini sekaligus menjadi bentuk nyata bahwa pengalaman internasional dapat menjadi bagian penting dari proses pembentukan mahasiswa. Sebab, pendidikan tidak selalu berlangsung di balik meja kuliah. Terkadang, pelajaran paling berkesan justru hadir ketika seseorang berani keluar dari ruang yang selama ini dikenalnya.
Bagi Nur Asia, KKN Internasional di Malaysia bukan sekadar catatan kegiatan akademik. Ia adalah pengalaman yang mempertemukan ilmu, keberanian, pengabdian, dan perjumpaan dengan dunia yang lebih luas.
Dari Parepare menuju Malaysia, langkah Nur Asia membawa satu pesan sederhana: mahasiswa tidak harus menunggu lulus untuk mulai mengenal dunia. Dengan ilmu dan keberanian, ruang belajar dapat ditemukan di mana saja.