Tidak semua perjalanan akademik berakhir di ruang sidang ujian. Bagi Sitti Nadira, mahasiswi Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) IAIN Parepare, penyelesaian studi justru diwujudkan melalui sebuah karya yang lahir dari refleksi ilmiah terhadap dinamika keluarga Muslim masa kini. Melalui buku berjudul Keadilan Gender dalam Hukum Keluarga Islam, Sitti Nadira berhasil menuntaskan studinya melalui jalur penerbitan buku, sebuah capaian yang menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berkontribusi lebih luas melalui karya akademik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Buku yang diterbitkan oleh IAIN Parepare Nusantara Press pada tahun 2026 tersebut tidak sekadar membahas isu gender sebagai tema yang sedang diperbincangkan. Lebih dari itu, karya ini lahir dari kegelisahan akademik terhadap berbagai perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan keluarga Muslim. Pergeseran peran suami dan istri, meningkatnya partisipasi perempuan di ruang publik, hingga tantangan membangun relasi keluarga yang adil menjadi titik tolak lahirnya buku tersebut.
Dalam buku ini, Sitti Nadira bersama para pembimbing akademiknya berupaya menunjukkan bahwa keadilan gender bukanlah konsep yang bertentangan dengan hukum keluarga Islam. Sebaliknya, nilai keadilan, kemaslahatan, musyawarah, dan penghormatan terhadap martabat manusia merupakan bagian penting dari tujuan syariat yang perlu terus dihidupkan dalam kehidupan keluarga Muslim. Pemikiran tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh pembahasan di dalam buku.
Karya setebal 136 halaman ini mengupas berbagai aspek penting yang berkaitan dengan hukum keluarga Islam, mulai dari konsep gender dan keadilan dalam Islam, hak dan kewajiban suami istri dalam literatur fikih klasik, rekonstruksi hubungan keluarga berbasis kemitraan, hingga implementasi prinsip-prinsip tersebut dalam hukum positif di Indonesia. Pembahasan yang sistematis tersebut menunjukkan upaya penulis untuk menghadirkan perspektif yang kritis sekaligus konstruktif terhadap perkembangan hukum keluarga Islam di era modern.
Salah satu gagasan utama yang ditawarkan dalam buku ini adalah pentingnya membaca kembali konsep hak dan kewajiban suami istri secara lebih proporsional dan kontekstual. Perubahan sosial yang terjadi saat ini menuntut adanya pemahaman hukum yang tidak hanya berorientasi pada pengulangan rumusan lama, tetapi juga mampu menjawab realitas kehidupan keluarga kontemporer. Karena itu, buku ini berupaya menghadirkan dialog antara warisan keilmuan Islam dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa meninggalkan prinsip-prinsip dasar syariat.
Keberhasilan menerbitkan buku ini menjadi bukti bahwa dunia akademik tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga melahirkan pemikiran. Jalur penerbitan buku yang ditempuh Sitti Nadira menunjukkan bahwa proses pendidikan tinggi dapat menghasilkan karya yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang hukum keluarga Islam.
Capaian tersebut sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk menjadikan penelitian dan aktivitas akademik sebagai ruang melahirkan gagasan yang berdampak luas. Melalui Keadilan Gender dalam Hukum Keluarga Islam, Sitti Nadira tidak hanya menuntaskan perjalanan studinya, tetapi juga meninggalkan jejak intelektual yang dapat terus dibaca, dikaji, dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.
Selamat kepada Sitti Nadira atas capaian akademik yang membanggakan. Semoga karya yang telah diterbitkan menjadi kontribusi berharga bagi pengembangan kajian hukum keluarga Islam serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas dalam membangun keluarga yang berkeadilan, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.